Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Ungkapan Lama

Cerahku hanya di wajahku Berbinarpun aku tak mampu Kata-kata gila kian menjadi Melawan arti kata hati Burung berkicau dengan merdu Berdendang di kala fajar sendu Seolah mengusik rindu Sejenak megusap pilu Daun gugur dengan lembutnya Tangkai-tangkai rapuh Angin hitam memayungi hujan Rintihan lirih di ujung petir Menanti lukisan indah berwarna-warni Aku... Wajahku... Hariku... Cerah kepalsuan yang setia Mengantarku ke puncak malam tanpa bintang Udara dingin merengkuh Menusuk jantung hati yang tertutup Semua kembali pada daun-daun kering Kembali terseok angin Inginku menjadi daun yang tidak pernah membeci angin Sekalipun akan hancur. P.s.: Revisi dari puisi tak berjudul 4 tahun lalu...

Titik-Garis.

Katanya setiap manusia memiliki beberapa pos dalam hidupnya di bumi. Semacam fase transisi atau titik balik yang biasanya dilewati dengan perubahan, masalah atau cobaan dari Sang Kuasa. Walaupun kita bisa prediksi kapan kita akan sampai di pos-pos kehidupan ini, namun kembali lagi kepada takdir dan bagaimana kita menyikapi setiap hal yang datang dalam hidup kita. Karna bisa jadi tanpa disadari kita sudah melewati pos tersebut atau jeleknya kita menganggap setiap hal buruk kecil yang terjadi pada kita merupakan pos yg harus dilalui. Kalau sudah begitu berarti jadi banyak sekali pos-pos yang dilewati bukan? Hehe. Aku memiliki pemikiran bahwa hidup memiliki titik-titik yang akan terhubung menjadi garis. Seperti halnya fase-fase yang kita lewati sebagai titik yang kita tapaki dan memiliki maksud atau tujuannya sehingga menciptakan garis. Dan garis tersebut bisa terbentuk tergantung bagaimana kita mengartikannya, apakah akan membentuk segitiga, persegi, lingkaran yang tak pernah putus ...

Enjoy Life

Manusia hidup di dunia dengan segala kewajiban,kebutuhan serta obsesinya. Tidak ada yang bisa membendung ketigal hal tsb kecuali kewajiban yg memang tidak bisa dinegosiasi karena hubungan dirinya dengan Sang Pencipta. Dalam usahanya mencapai pasion hidupnya manusia membutuhkan rasa nyaman dan enjoy. Nah, di postingan sebelumnya gue udah nyinggung sedikit tentang ”nyaman” sekarang gue mau ngebahas juga tentang “enjoy” atau menikmati hidup. Sebelumnya sorry kalo lagi-lagi kesannya gue sok atau menggurui. Makna hidup enjoy itu apasih? Apa sama halnya dengan berada dalam “comfort zone”? Hidup enjoy emg berkitan dengan hal-hal yg berbau kesenangan dan kebahagiaan. Tapi bagi gue memiliki definisi sendiri, di mana enjoy merupakan suatu rasa nyaman, menerima, bahagia, dan bersyukur-- yg tidak pernah terlepas dari apapun yg berhubungan dengan kebahagian duniawi- atas apa yg telah kita terima dan laukukan maupun yg akan kita lakukan. Sah-sah aja manusia yg memiliki segudang obsesi dalam h...

AKU

Aku yang terlahir kecil Aku yang terlahir dari keluarga sederhana Aku yang saat balita diasuh oleh beberapa orang baik Aku yang sedari kecil diajari untuk mandiri Aku adalah harapan kedua orang tua, sesuai namaku Aku yang cerewet Aku yang keras kepala-- begitu kata ibuku. Aku bocah biasa yg tumbuh menjadi gadis normal Aku yang dikaruniai kelebihan oleh Sang Khaliq Aku remaja yang mengalami berbagai lengkungan hidup Aku yang pernah jatuh, bangkit, terduduk dan tetap berdiri Aku gadis yg pernah jatuh cinta juga terluka Aku yang (mungkin) memiliki insting versiku sendiri Aku yang menyukai tantangan terhadap matematika Aku remaja yang bermetamorfosis menjadi gadis dewasa Aku yang selalu berbenah akan segala kekurangan dan kesalahanku Aku yang terus berjuang demi hidup dan keluargaku Aku yang menyukai kesibukan, kerapihan Aku gadis pecinta warna ungu Aku dengan segala kesukaan,ketidaksukaan,kelebihan dan kekuranganku Aku yang istimewa dengan ciri khasku Dan aku yang masih mencari jati diri...