Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Pendidikan untuk apa?

Pendidikan. Bisa dilakukan di mana aja, oleh siapa aja dan bagaimanapun caranya. Pendidikan gak cuma bisa lewat sekolah, bimbingan belajar atau instansi formal lainnya karena sejatinya dalam pendidikan ada dua subjek : pencari ilmu dan pembagi ilmu. Ilmu. Menurutku pengetahuan, pengalaman, pemikiran bisa dikategorikan ilmu. Setiap manusia berakal pasti punya ilmu. Tinggal bagaimana ilmu itu diaplikasikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Dan ilmu gak akan ada habisnya, itu berarti selagi hidung masih menghirup oksigen dan mulut menghembuskan karbondioksida, selama itu pula bisa mencari dan menebar ilmu. Memang benar ilmu bisa didapat di mana aja tanpa perlu lewat jalur formal. Tapi alangkah baiknya kalau ilmu itu bisa lebih diarahkan lewat wadah pendidikan entah formal maupun informal. Aku pernah dengar dari salah satu guru SMK saat upacara dulu bahwa “Iman tanpa ilmu sangat disayangkan, sedangkan ilmu tanpa iman bisa keblinger”. Secara gak langsung dalam mencari dan meneba...

Being Unemployement

Drama is back. Aku tahu bukan aku sendiri yang mengalami ini, aku Cuma satu dari jutaan orang yang bernasib sama. PENGANGGURAN. Di negara-ku itu jadi momok banget sih. Lapangan pekerjaan yg sempit, jumlah tenag kerja yang membludak. Pada dasarnya cari kerja itu gak susah, yang bikin sulit adalah cari kerja yang sesuai sama MAU ataupun kriteria si pencari kerja. Dapatin info lowongan kerja juga banyak jaman sekarang gini, dari telemarketing, CS, SPG/SPB atau admin olshop, yang jadi ribet adalah gengsinya, atau yang lebih seram lagi ‘ espektasinya ’. Jadi koki espektasinya bisa cemal cemil, jangankan nyemil waktunya habis untuk masakin orang. Jadi wirausaha espektasinya bisa jadi pengusaha sukses punya anak buah banyak dan tinggal leha-leha, padahal otak dari semua usaha ada di pemilik usaha itu sendiri. Jadi PNS espektasinya kerja teratur, terjamin dan jenjang karir pasti, padahal yang lebih berat adalah beban moral yang bertanggung jawab sama negara. Gak ada yang mustahil. Semua es...

Kala itu aku terketuk

Kali ini aku ingin sedikit berbagi cerita dan pengalaman, yang belakangan ini alhamdulillah banyak juga dialami teman-teman, khusunya perempuan. Yang sering kita dengar dengan istilah “berhijrah” lantas disambungkan dengan kata “istiqomah”. Jadi,sekitar lima tahun lalu aku mengalami kisah ini. Sejujurnya aku merasa beruntung lahir di keluarga dengan basic   agama Islam yang baik, walaupun gak semendalam guru, priyai atau ustaz. Aku yang dari kecil tidak pernah dianjurkan, disuruh atau dipaksa untuk menutup aurat terlebih mengenakan hijab oleh orang tuaku. Aku yang masih fakir ilmu tentang agamaku. aku yang masih menalr ajaran agama dengan logika. Aku yang berfikiran bahwa dengan memakai pakaian yg sopan sudah cukup menutup auratku, karna Ibuku juga sering menasehatiku begitu. Aku yang kala itu sedang dalam masa pencarian minat dan jati diri. Saat itu, di tahun terakhir masa SMK-ku, saat di mana aku mulai menentukan masa depan yang lebih serius, saat aku mulai memilih unive...