Postingan

Patiently over Jealousy

Hei, apa kabar? Udah dua bulan lebih negeri kita terdampak wabah. Selama itu pula banyak orang yang dipaksa beradaptasi belajar, bekerja, beribadah di rumah, banyak orang kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, mendadak stress karna bosan dan mendadakan muncul tindakan kriminal lainnya. Semua orang, like semua strata sosial, semua usia mengalami dan merasakan hal yang sama. Senasib? Memang. Adil? Belum tentu. Untuk sebagian orang yang mengandalkan pekerjaan harian, wabah ini jadi cobaan yang berat bagi mereka. Jangankan takut sama wabah, memikirkan besok makan apa rasanya lebih menakutkan. Bagi sebagian lainnya yg terdampak PHK atau pemotongan gaji, mengandalkan uang tabungan yg entah sampai kapan akan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagian lainnya, yang masih bisa hidup berkecukupan dan terbiasa membelanjakan hartanya untuk kepuasan pribadi, mulai gelisah mau diapakan pundi-pundinya tsb. Sebagian lainnya lagi yg masih berpenghasilan normal, ngga henti-hentinya mengucap...

Wabah dan Hikmah

Mereka bilang tahun ini  especially  bulan ini adalah bulan terberat.  Pardon me, that’s too short to decide, isn’t it ? Ya memang tahun ini bukan tahun yang mudah, karena adanya virus yang mewabah di seantero negeri bahkan dunia. Covid-19 ( Corona Virus Diseases 2019 ). Virus yang merupakan pandemi dari China. Bukan kategori virus yang mematikan tapi luar biasa penyebarannya, itu yang jadi momok menakutkan karena lumayan susah di- handle. Banyak aktivitas terganggu karena wabah tsb, dari sektor kecil sampai besar, dari perekonomian rumah tangga sampai anggaran negara. Semua jadi terbatas dan dibatasi. Nggak peduli rakyat kecil atau golongan parlente. Nggak pandang jabaatannya apa, semua sama, satu nasib. Dan dari semua  update  berita sampai drama yang bermunculan, berbagai bisikan  pop up  di kepalaku, mereka berisik banget minta dituangkan ke dalam tulisan. Lebih daripada itu, dengan adanya wabah yang membuat kita untuk  stay  d...

Sesosok...

Pernah merasa kecewa sedalam-dalamnya ? Pernah merasa kesal sampai bingung apa sebabnya? Pernah merasa sedih sampai gatau harus ke mana mengadu? Pernah merasa benar-benar sendiri? Pernah merasa jadi orang paling useless, paling menderita?   Seolah mendengar dari segala penjuru, mereka berteriak : AKU-PERNAH-BANGET Huft... Hanya karena banyak dan hampir semua orang merasa hal yang sama lantas itu bisa disebut manusiawi? Satu kata yang paling pantas mewakili kelemahan hati semua umat yang beralih jadi tameng tiap kali melakukan khilaf?   Menanggapi pertanyaan-pertanyaan klise di atas. Kali ini persilahkan sesosok untuk berbagi sedikit banyak curahan gundahnya: Mungkin udara di luaran sana udah muak dengar dan lihat sesosok umat naif satu ini. Mencari perandaian dan perumpaan untuk menepatkan posisinya. Mengilas pembenaran untuk menentramkan kegundahan hatinya. Mencari teman serasa yang tidak bisa menghakimi sekalipun mampu, sangat mampu. Beberapa te...

Diuji atau Dilenakan?

Akhir-akhir ini kayak lebih sering lihat keluh kesah atau masalah orang lain, atau emang lagi lebih menaruh perhatian aja sama mereka? Seperti; kenapa ada aja masalah setiap hari? Toxic di mana-mana? Apakah emang itu jalannya atau malah mereka yg membuat dan mengundangnya sendiri? Di bulan Ramadhan ini bisa dibilang awalnya berjalan mulus, sesuai harapan dan rencana bahwa harus lebih baik dari tahun sebelumnya, entah dari kekhusyukan, intensitas ibadah dan kualitasnya. Sampai pada waktu di mana kami perempuan tiba di lampu merah bulanan. Yeah, skip sementara dari ibadah yg seharusnya kaaan. Kadang kufur nikmatnya muncul lagi di saat-saat begini, kayak bisa ngga diskip siklus haidnya, padahal kalo dipikir lebih positif lagi justru kalua di- skip siklusnya malah berdampak ke badan sendiri, peredaran dan pergantian darah jadi ngga lancar dan pasti berimbas ke kesehatan nantinya. Nah berhubung lagi ngga bisa ibadah seintens biasanya, dasar anaknya gabisa diem apapun bentuk tingkah ...

Pendidikan untuk apa?

Pendidikan. Bisa dilakukan di mana aja, oleh siapa aja dan bagaimanapun caranya. Pendidikan gak cuma bisa lewat sekolah, bimbingan belajar atau instansi formal lainnya karena sejatinya dalam pendidikan ada dua subjek : pencari ilmu dan pembagi ilmu. Ilmu. Menurutku pengetahuan, pengalaman, pemikiran bisa dikategorikan ilmu. Setiap manusia berakal pasti punya ilmu. Tinggal bagaimana ilmu itu diaplikasikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Dan ilmu gak akan ada habisnya, itu berarti selagi hidung masih menghirup oksigen dan mulut menghembuskan karbondioksida, selama itu pula bisa mencari dan menebar ilmu. Memang benar ilmu bisa didapat di mana aja tanpa perlu lewat jalur formal. Tapi alangkah baiknya kalau ilmu itu bisa lebih diarahkan lewat wadah pendidikan entah formal maupun informal. Aku pernah dengar dari salah satu guru SMK saat upacara dulu bahwa “Iman tanpa ilmu sangat disayangkan, sedangkan ilmu tanpa iman bisa keblinger”. Secara gak langsung dalam mencari dan meneba...

Being Unemployement

Drama is back. Aku tahu bukan aku sendiri yang mengalami ini, aku Cuma satu dari jutaan orang yang bernasib sama. PENGANGGURAN. Di negara-ku itu jadi momok banget sih. Lapangan pekerjaan yg sempit, jumlah tenag kerja yang membludak. Pada dasarnya cari kerja itu gak susah, yang bikin sulit adalah cari kerja yang sesuai sama MAU ataupun kriteria si pencari kerja. Dapatin info lowongan kerja juga banyak jaman sekarang gini, dari telemarketing, CS, SPG/SPB atau admin olshop, yang jadi ribet adalah gengsinya, atau yang lebih seram lagi ‘ espektasinya ’. Jadi koki espektasinya bisa cemal cemil, jangankan nyemil waktunya habis untuk masakin orang. Jadi wirausaha espektasinya bisa jadi pengusaha sukses punya anak buah banyak dan tinggal leha-leha, padahal otak dari semua usaha ada di pemilik usaha itu sendiri. Jadi PNS espektasinya kerja teratur, terjamin dan jenjang karir pasti, padahal yang lebih berat adalah beban moral yang bertanggung jawab sama negara. Gak ada yang mustahil. Semua es...

Kala itu aku terketuk

Kali ini aku ingin sedikit berbagi cerita dan pengalaman, yang belakangan ini alhamdulillah banyak juga dialami teman-teman, khusunya perempuan. Yang sering kita dengar dengan istilah “berhijrah” lantas disambungkan dengan kata “istiqomah”. Jadi,sekitar lima tahun lalu aku mengalami kisah ini. Sejujurnya aku merasa beruntung lahir di keluarga dengan basic   agama Islam yang baik, walaupun gak semendalam guru, priyai atau ustaz. Aku yang dari kecil tidak pernah dianjurkan, disuruh atau dipaksa untuk menutup aurat terlebih mengenakan hijab oleh orang tuaku. Aku yang masih fakir ilmu tentang agamaku. aku yang masih menalr ajaran agama dengan logika. Aku yang berfikiran bahwa dengan memakai pakaian yg sopan sudah cukup menutup auratku, karna Ibuku juga sering menasehatiku begitu. Aku yang kala itu sedang dalam masa pencarian minat dan jati diri. Saat itu, di tahun terakhir masa SMK-ku, saat di mana aku mulai menentukan masa depan yang lebih serius, saat aku mulai memilih unive...